Menteri Sosial Tinjau Pelaksanaan Persiapan Pembelajaran Sekolah Rakyat

Jul 07, 2026

Jogjaprima - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan apresiasi tinggi atas percepatan pembangunan fisik dan persiapan pembelajaran di Sekolah Rakyat Lendah, Kulon Progo. Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi pilar penting transisi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mampu keluar dari jerat kemiskinan.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Mensos saat menghadiri Pembukaan Rapat Konsolidasi dan Open House Sekolah Rakyat yang digelar di kompleks Sekolah Rakyat, Dusun Wonolopo, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini juga menjadi momentum menyosialisasikan dan mengenalkan sistem pembelajaran Sekolah Rakyat yang dirancang khusus berbeda dari sekolah reguler kepada masyarakat luas.

Untuk wilayah DIY, tercatat total 314 siswa yang sudah siap menempuh pendidikan di lembaga ini. Mayoritas siswa berasal dari Kulon Progo, yakni sebanyak 187 siswa, dengan rincian 7 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA.

Kolaborasi Lintas Sektor & Dukungan Presiden.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat di Kulon Progo merupakan salah satu dari 104 gedung permanen nasional yang berhasil dibangun secara masif pada tahun anggaran 2026. Keberadaannya tidak lepas dari kolaborasi tingkat tinggi antarki lembaga negara dan daerah.

Tanah pembangunan disediakan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, sedangkan proses konstruksinya dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

Sinergi ini memastikan infrastruktur pendidikan dapat tegak berdiri kokoh dan siap pakai dalam waktu singkat.

"Alhamdulillah, pembangunan di tempat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen. Targetnya dua minggu lagi sudah bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. 

"Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Kementerian PU dan kemurahan hati Sri Sultan yang mendukung penuh pemutusan rantai kemiskinan lewat pendidikan ini," ujar Gus Ipul.

Gedung baru yang representatif ini, tutur Gus Ipul, dirancang dengan kapasitas total mencapai 1.000 siswa untuk tiga jenjang sekaligus, yakni SD, SMP, hingga SMA. Langkah ini merupakan awal dari gelombang besar ekspansi kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat secara nasional. 

Kementerian Sosial memproyeksikan penambahan kuota yang sangat masif, bergerak dari 30.000 siswa pada tahun ini menjadi 100.000 siswa pada tahun depan, dengan target jangka panjang menyentuh angka 800.000 siswa di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2029.